hi...
Introduce myself, you can call me Ai. isn't relate with my full name, is it? it's be gonna okey.
in my life, I'll never give up to get what I want. nothing that's word. if the way still open widely, it's mean we still have chance.
this is my mail nurrahmadewi@gmail.com. fee free to contact me hihiji
Selama liburan, nggak terlalu banyak aktivitas yang saya lakukan. Paling-paling cuman bersihin rumah, waaahhhh....capek buanget deh!!!!! Tapi...nggak apa la, toh kita Cuma sekali-kali di rumah, jadi.....harus banyak bantuin ortu. Ya nggak????!!!! Waktu lebaran,, nggak semua rumah guru saya datangin,, yaahhh...kayak orang sibuk aja ya????!!! Hehehe... Sebenarnya bukan gitu, saya pergi ke rumah keluarga. Kalau paginya bersihin rumah dulu. Menjelang siangnya saya dengerin musik deh!!! Seru banget deh!!! Malam sebelum lebaran, desa kami mengadakan lomba takbiran. Waaahhhh seru banget!!! Sepanjang jalan mereka mengumandangkan takbiran. Wuuussss...badan saya jadi merinding dan hampir saja saya meneteskan air mata dibuatnya. Kenapa nggak????!!! Karena kita nggak akan bertemu lagi dengan bulan ramadhan, dan yang pasti kita harus nunggu tahun depan, itupun kalau umur kita panjang. Ya nggak???!!!..... Di desa kami biasanya mengadakan lebaran ke Rumah Godang. Waahhh....rame banget coyyzzzz. Disana tuch, diadakan acara tarian silat. Seru banget!!!! Orang-orang tersebut menari layaknya pesilat diiringi oleh bunyi gong, celempong dan masih banyak lainnya. Eh, tapi bukan berarti mereka akan nari terus loh!!! Mereka juga bertarung. Tapi, nggak ada yang cedera sih!!! Kalau ada,, bisa gawat tuch!!!! Yang specialnya, waktu acara tuch diadakan, bupati juga ikut hadir. Waahhh... It was suprised!!!! Acaranya tch diadakan dari jam 2 sampai jam 5. lama banget khan???!!! Tapi saya rela nonton lama-lama, abizzz... seru banget sich!!!! Ditambahin gerakan dan bunyi iramanya... ohhhh...so sweet!!!!
SEBENARNYA SIAPA YANG SALAH??? Malaysia atau Indonesia..???
Malaysia…..!!! Itulah negara tetangga kita. Siapa sih yang tak kenal negara Malaysia?! Walaupun negaranya kecil, tapi termasuk negara yang maju. Pendapatnya sih?! Nggak tau tuh pendapat orang lain. Tau kenapa? Pendapat orang-orang yang ada diluar menyatakan kalau negara Malaysia itu merupakan salahsatu negara yang maju, ditambah lagi para penduduknya yang ramah. Pokoknya seperti itu deh!!!!! Tapi....pada kenyataanya, didalamnya sangatlah tidak baik (busuk). Mengapa tidak?? Pasti semua pernah dengar tentang kasus-kasus yang dialami oleh TKW Indonesia di malaysia. Bukankah semua kasus-kasusnya sangat menyayat hati?? Ya nggak???? Jika berada diluar wilayah Malaysia, perilaku mereka begitu baik,, menebar senyum kemana-mana. Trus, akhir-akhir ini, semuanya pasti pernah dengar tentang kebudayaan indonesia yang diklaim Malaysia, salah satunya ialah tari pendet yang berasal dari Bali. Dalam hal ini, Malaysia seenaknya saja mengaku kalau tari pendet ini merupakan hak milik mereka. huuuH...benar-benar tidak kreatif...!!!
Tapi.....sebenarnya, tidak semuanya salah Malaysia sih!!! Kita juga harus intropeksi diri. Mengapa tidak?! Indonesia kaya akan kebudayaan asli turun-temurun dari nenek moyang kita sendiri. Dan semua kebudayaan itu haruslah kita pertahankan. Yang mempertahankannya bukan hanya pihak pemerintah, kita selaku warga Indonesia juga harus ikut berpatisipasi. Karena kebudayaan kita yang banyak, sehingga banyak kebudayaan kita sendiri yang terabaikan atau lebih tepatnya terlupakan (tidak dapat lagi dipertahankan). Ketika bangsa lain (Malaysia) mengklaim kebudayaan kita, baru kita sadar kalau kebudayaan yang telah terlupakan tadi milik bangsa kita (Indonesia). Pendek kata, pengklaiman kebudayaan Indonesia oleh maalysia juga berasal dari ulah bangsa kita sendiri. Jadi, kita seharusnya malu bukannya marah. Tapi kalau dipikir-pikir bikin bingung aja deh?! Sebenarnya ini salah siapa sih...??? Namun setidaknya, Malaysia juga tau diri dong!! Kalau kebudayaan yang dikliamnya itu milik negara tetangganya sendiri. Adapun kebudayaan yang diklaim Malaysia adalah sebagai berikut : 1. Batik 2. Naskah kuno dari Riau , Sumbar , Sumsel , Sulteng 3. Rendang dari Sumbar 4. Lagu rasa sayang sayange dari Maluku 5. Tari Reog Ponorogo dari Jatim 6. Lagu Soleram dari Riau 7. Lagu injit-injit semut dari Jambi 8. Alat musik gamelan 9. Tari kuda lumping dari Jatim 10. Tari Piring dari Sumbar 11. Lagu kakak tua dari Maluku 12. Lagu anak kambing saya dari Nusa Tenggara 13. Motif batik parang dari Yogyakarta 14. Badik tumbuk lada 15. Musik indang sungai garinggiang 16. Kain ulos dari Sumut 17. Alat musik angklung 18. Lagu jali-jali 19. Tari pendet 20. Lagu Indonesia Raya yang di lecehkan 21. Bahasa Indonesia 22. Wayang 23. Keris 24. dan lain-lain Subhanallah…!!!!! banyak sekali kebudayaan kita yang diklaim Malaysia. Malaysia benar-benar tak punya hati. Kalau yang diklaim itu makanan dan minuman sih bisa dimpuni, tapi ini…budaya coyyyzzz?! Benar –benar tak punya malu si Malingsia. Katanya Malaysia itu negara yang maju (setidaknya dari Indonesia La)?! Mana buktinya coyyyyzzzzzz.....????? Kalau kayak gini sih sama aja negara pencuri dan pencontek.
Selasa, 18 Agustus 2009
Budaya kebanggaan Rakyat Kuansing
Setiap daerah pasti memiliki kebudayaan yang berbeda. Setiap budaya itu. Telah ada sejak nenek moyang kita dulu yang harus kita lestarikan dan budidayakan. Salah satu kebudayaan rakyat Kuansing ini ialah pacu jalur.
Pacu jalur ini telah ada semenjak penjajahan Belanda dulu. Pacu jalur pada zaman penjajahan berbeda dengan masa sekarang, baik dari bentuknya ataupun waktu pemakaiannya. Dulunya, jalur ini hanya berbentuk sampan, yang biasanya digunakan sebagai alat transportasi ataupun hiburan belaka para kolonial Belanda ataupun masyarakat pada zaman dulu.Namun, karena perubahan zaman yang terus berkembang, telah dialihkan fungsinya sebagai media hiburan sekaligus tradisi masyarakat Kuansing.
Kita harus berbangga denganpara pemuda-pemudi kita yang mampu menciptakan jalur dengan berbagai macam ukiran.
Jalur ini berasal dari sebatang pohon yang besar, yang dicari di dalam hutan. Kemudian pohon itu dipahat sehingga berubah bentuk menjadi jalur yang panjang tan sambungan sama sekali. Sunggu hebat bukan?!
Jalur yang sudah berbentuk ini, tidak langsung dibawa ke arena, namun harus melewati beberapa proses dulu. Adapun prosesnya :
1. maelo jaluar
Artinya jalur tersebut dibawa ke daerah pembuat jalur, yang ditarik bersama-sama.
2. malayuar jaluar
Artinya jalur itu diberi unggun api, layaknya kita menyangai ikan.
3. jalur diturun mandi
Artinya jalur tersebut langsung diturunkan ke sungai unutk dicobakan.
Nah, itulah prose-prossenya.
Pacu jalur merupakan kebudayaan dan tradidi yang snagt dibanggakan oleh masyarakat Kuansing. Mengapa tidak??
Setiap tahun, kita selalu menyaksikan ajang perpacuan antara beberapa jalur yang diadakan disetiap kecamatan. Setiap kecamatan pasti memiliki jalur handalan yang dibangga-banggakan. Seluruh umat di Kabupaten Kuansing ini berbondong-berbondong pergi ke arena perpacuan untuk menyaksikan jalurnya berlaga. Sesunggunya, yang menyukai jalur bukan hanya masyarakat Kuansing, namun orang luar juga menyukai pacu jalur ini. Contohnya orang Sumatera Barat, Medan ataupun Jawa.
Mereka berdatangan ke Kuansing untuk berjualan ataupun mencari nafkah. Namun, kadang-kadang banyak juga kejadian yang tak tertuga terjadi. Seperti halnya kehilangan anak, istri atau segala macamnya, sampai pencurianpun terjadi. Sungguh tak terduga.
Memang acara pacu jalur ini, seringkali datang saat-saat perekonomian rakyat Kuansing melemah. Namun hal itu tidak menghambat untuk menyaksikan acara yang hanya datang sekali setahun ini.
Namun, tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, pada hari pertama pacu jalur telah banyak masyarakat yang berbondong-bondong datang ke tepian Narosa, tapi apa hendak dikata? Perkiraan itu sungguh berbeda dengan kenyataannya. Hanya beberapa masyarakat yang datang. Tapi lain cerita di hari terakhir, kota telik kuantan sungguh disesakkan dengan masyarakat kuansing. Itulah pacu jalur!!!!!
Pacu jalur merupakansejenis lomba dayung tradisional khas daerah Kuantan Singingi yang hingga sekarang masih ada dan berkembang di provinsi Riau. Lomba dayung ini terbuat dari kayu gelondongan yang oleh masyarakat sekitar sering disebut jalur . Upacara khas daerah Kuansing ini diselenggarakan tiap satu tahun sekali, di adakan di hampir separuh kecamatan di Kuansing.Panjang perahu/jalur ini antara 25-40 m dengan jumlah atlet 40-60 orang.
Secara fisik, jalur-jalur itu tercipta sebagai hasil karya manusia yang luar biasa karena dibuat dari sebatang pohon tanpa adanya sambungan sama sekali, dan umumnyaterbentuk menjadi perahu pipih sepanjang 25-27 m dengan lebar 1,5 m. Ukiran yang memenuhi ukiran di buritan(lembayung) menunjukkan keindahan yang tercipta melalui proses tradisi yang sudah berlangsung lama, sejak abad XVII.
Di awal abad XVII,jalur merupakan transportasi utama bagi masyarakat rantau Kuantan, yaitu daerah di sepanjang sungai Kuantanyang terletak antara kecamatan Hulu Kuantan hingga kecamatan Cerenti. Saatitu memang belum berkembang transportasi darat.Akibatnya jalur digunakan sebagai alat angkut hasil bumi serta mengangkut orang.
Kemudian jalur-jalur itu diukir indah,seperti ukiran kepala ular,buaya atau harimau, ditambah lagi dengan perlengkapan dayung, tali-temali,slembayung,selendang,tiang tengah(gulang-gulang)serta lambai-lambai. Perubahan tersebut bukan hanya menjadikan jalur sebagai alat transportasi tetapi juga menunjukkn identitas sosial; karena hanya raja-raja atau kaum bangsawan yang mengendarainya.
Baru pada 100 tahun kemudian, warga melihat sisi lalin yang membuat keberadaan jalur semakin menarikyakni denagan digelarnya acara lomba adukecepatan antarjalur yang hingga saat ini dikenal sebagai pacu jaluryang biasanya diadakan untuk memperingati hari besar Islam.
Pada waktu itu tidak ada hadiah yang diperebutkan, yang ada adalah acara makan bersama dengan warga sekampung sepertikonji, godok , lopek, paniaram, lidah kambiang, dan buah golek. Tetapi ada pula yang memberikan hadiah berupa marewa ( bendera warna-warni berbetuk segitiga dengan renda di tepinya), untuk juara I-IV.
Pacu jalur menuntut masyarakat untuk bersama sesuai dengan semboyan Kuansing basatu nagori maju.Walaupunkedua jalur berpacu, tetap saja pada pancang pertama mereka harus serentak, jika tidak terjadi kekompakkan maka juri pun akan menganggap jalur belum siap untuk diluncurkan.
Kegiatan-Kegiatan dalam Upacara Pacu Jalur
A)Menbuat jalur
Dipimpin oleh seorangtukang tuo dibantu oleh seorang tukang penampik sebanyak 2 – 3 orang serta anggota masyarakat lainnya.
B)Menarik jalur/ maelo jaluar
C)Melayuar Jaluar/ mendiang jalur
Diekstak dari:www.benaigeneration.com dengan sedikitperubahan